Uniknya Jogjakarta
- Ternyata di Jogja tidak angkutan umum (angkot) layaknya di kota-kota besar lain seperti Bandung dan Jakarta (mungkin ada di sebagian daerah, tapi saya tidak pernah temukan batang hidungnya).
- Saya baru percaya kalau di Jogja, Perguruan Tinggi bak jamur di musim hujan (tak salah jika dijuluki kota pendidikan).
- Saya dihadapkan pada kenyataan bahwa harga makanan di Jogja jauh lebih murah dibandingkan di Bandung atau Jakarta (ini juga mungkin yang membuat Jogja menjadi pilihan favorit untuk melanjutkan kuliah).
- Orang-orang hingga larut pagi berkumpul di alun-alun kidul Jogja untuk sekedar hangout bareng teman-temannya, nongkrong-nongkrong di angkringan, naik sepeda dengan hiasan lampu beraneka bentuk, hingga semacam adat melewati dua pohon besar (yang katanya jika lancar melewati pohon-pohon tersebut, lancar pula jodohnya).
- Di Jogja ada Ring Road dimana jalur untuk roda dua dan roda empat terpisah (namun bukan tol). Uniknya Ring Road ini benar-benar terlihat seperti cincin jika dilihat dari kejauhan (dilihat dari Bukit Bintang).
- Di banyak tempat, jarak antara bahu jalan dan bangunan di samping jalan (rumah atau pertokoan) sangat dekat sekali.
- Tentunya nuansa budaya disana masih sangat kental (Kota budaya gitu loh..)
Baca Selengkapnya ....