Badminton Tunggal Ika

Posted by Riky Lutfi Hamzah Sunday, May 12, 2013 1 comments
Djarum Indonesia Open

Minggu lalu saya bertanya kepada beberapa teman sesama HootSuite Campus Ambassador mengenai “Apa yang kamu ketahui tentang Indonesia?”. Berikut jawaban mereka (dalam bahasa Indonesia).

“Saya tahu beberapa hal tentang Komodo dan Bali.”
(
Dean Tsatouhas, Canada)
“Indonesia adalah negara tropis seperti halnya negara kami” (Alexandre Souza, Brazil)
“Indonesia cukup bagus dalam All England”
(Mark Corbert Wilson, USA)

Jika jawaban pertama terlalu mainstream, saya sangat terkejut dengan jawaban yang terakhir. Ternyata sebagian dari mereka tahu tentang prestasi Indonesia dalam badminton. Tak usah diragukan lagi, badminton adalah salah satu olahraga yang prestasinya membuat nama Indonesia semakin dikenal. Berbagai prestasi tingkat Internasional pernah kita torehkan seperti Olimpiade, All England dan Djarum Indonesia Open. Prestasi-prestasi tersebut pastinya akan menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia.

Djarum Indonesia Open


“Badminton Tunggal Ika” adalah frasa yang tepat untuk menggambarkan atmosfer ketika Djarum Indonesia Open berlangsung tiap tahunnya. Masyarakat dari berbagai suku, umur, agama dan profesi bersatu memberikan dukungan kepada para pemain Garuda. Batas-batas wilayah sesaat menjadi kabur, timur dan barat susah untuk dibedakan, semua berbaur atas nama Indonesia. Layar kaca pun menjadi media transmisi harapan dan doa sebagian besar masyarakat. Antusiasme masyarakat memang sangat besar, mengingat badminton merupakan salahsatu kebanggan bangsa Indonesia di bidang olahraga.

Supporter di Istora Senayan

Djarum Indonesia Open (DIO) merupakan salah satu kompetisi badminton paling bergengsi di dunia. Ajang ini telah diselenggarakan sejak tahun 1982. Atlet-atlet terbaik dunia bersaing menjadi yang terbaik dan memperebutkan hadiah yang sangat besar. Sejak tahun 2007, status Djarum Indonesia Open meningkat menjadi Superseries Premier sehingga menjadikannya sejajar dengan All England dan Korea Open. Selain itu, atlet-atlet yang berlaga di DIO akan mendapatkan poin yang besar untuk meningkatkan peringkat dunia BWF.

Selama DIO diselenggarakan, Indonesia menjadi pengoleksi medali terbanyak mengungguli China dan Korea. Indonesia tercatat pernah menyapu bersih semua gelar selama 4 tahun (1983, 1996, 1997, dan 2001). Ironisnya, Indonesia juga mengalami puasa gelar selama 4 tahun (2007, 2009, 2010, 2011). Dalam kurun waktu 6 tahun terakhir (2007 – 2012), Indonesia hanya dapat mempersembahkan tiga medali emas. Statistik ini menunjukkan penurunan prestasi Indonesia yang signifikan di ajang Djarum Indonesia Open.

Djarum Indonesia Open 2013 akan diselenggarakan bulan depan (10 - 16 Juni 2013). Harapan akan kembalinya kejayaan Indonesia membumbung tinggi pada segenap bangsa. Kesempatan untuk mencapai puncak terbuka sangat lebar, terlebih Indonesia bermain di singgasana sendiri dengan dukungan penuh dari masyarakat. Kini saatnya kita mengambil alih kekuasaan yang sempat hilang. Mengembalikan kebanggaan yang hampir pudar beberapa tahun terakhir.

Regenerasi Atlet

Regenerasi atlet menjadi aspek yang sangat penting bagi prestasi badminton di Indonesia. Apresiasi tinggi layak diberikan kepada Djarum Foundation, institusi yang medukung kemajuan bangsa dalam bidang olahraga khususnya badminton. Selain dengan menjadi sponsor resmi penyelenggaraan Djarum Indonesia Open, Djarum juga memberikan beasiswa bulutangkis melalui PB Djarum. Berikut beberapa fasilitas yang diberikan PB Djarum atlet-atlet muda penerima beasiswa.
  • Akses mendapatkan fasilitas dan pelatih bertaraf internasional.
  • Penyediaan makanan dengan kualitas gizi yang sempurna.
  • Alat dan perlengkapan bulutangkis berkualitas seperti raket, badminton bag, sepatu, apparel dan shuttlecock.
  • Penyediaan fasilitas penunjang lain seperti alat-alat fitness dan exercise.

GOR Jati Kudus


Selain itu, untuk menambah jam terbang dan pengalaman atlet muda, banyak kompetisi-kompetisi regional dan nasional seperti Djarum SIRNAS (Sirkuit Nasional) dan Djarum Superliga (Asia). Diharapkan para atlet muda ini dapat menjadi suksesor senior-seniornya di ajang-ajang internasional termasuk Djarum Indonesia Open. Sehingga prestasi badminton Indonesia dapat menjadi kebanggaan bangsa.

Dukung badminton sebagai kebanggan bangsa!

Referensi:
Tulisan
Gambar
**Tahun 2012, tiket penonton Djarum Indonesia Open dapat Anda pesan di blibli.com. Follow @bliblidotcom untuk informasi terbaru seputar penjualan tiket Djarum Indonesia Open 2013.

Baca Selengkapnya ....

Sumber Air Bersih So Jauh?

Posted by Riky Lutfi Hamzah Thursday, December 27, 2012 0 comments
Berikut cerita seorang warga Kampung Barukai Desa Cigedug Kabupaten Garut, mengenai kelangkaan air bersih di kampung tersebut. Dengan menggunakan bahasa dan logat sunda yang kental, beliau menceritakan betapa susahnya mendapatkan air bersih baik saat kemarau maupun musim hujan. Cerita tersebut saya coba translate ke bahasa Indonesia sebagai berikut.

"Saat kemarau tiba, kelangkaan air bersih terjadi di berbagai tempat termasuk di kampung kami. Dalam hal air bersih, kami menggantungkan hidup pada mata air Cipulus (Tempat mata air berada) yang berada di kaki gunung Cikuray. Air Cipulus itu kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, air minum dan lain-lain. Namun saat musim kemarau, satu-satunya mata air yang menjadi sumber air bersih tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan warga dengan cukup. Apalagi tidak hanya kami saja yang memanfaatkan mata air tersebut, tetapi juga beberapa kampung lainnya yang juga kekurangan air bersih."

"Masalah tidak sampai disitu, banyak petani yang secara sembunyi-sembunyi mengalihkan selang air dari Cipulus, yang kemudian mereka gunakan untuk mengairi kebunnya. Padahal aliran air tersebut merupakan pasokan air bagi semua warga kampung. lantas hal ini membuat kesal semua warga yang tidak mendapat pasokan air sedikit pun. beberapa kali terjadi perdebatan antara petani dan warga non-petani dalam memperjuangkan haknya mendapatkan air dari Cipulus. Untungnya pemerintah desa setempat dapat melerai perdebatan yang menjurus ke perkelahian itu dengan melakukan musyawarah dengan tokoh masyarakat dan warga sekitar. inilah yang membuat saya sedih. air hakikatnya adalah sumber kesejahteraan, lah kok ini malah jadi sumber perpecahan."

"Air sumur pun tidak dapat diandalkan dalam situasi seperti ini. Sudah sangat jarang saat ini rumah-rumah warga mempunyai sumur. Beberapa masih memiliki sumur tua di samping rumahnya yang sekali-kali dipakai jika kemarau datang. Warga yang lainnya seringkali membuat sumur dadakan untuk mendapatkan air bersih, namun hasilnya tidak seberapa. Kalaupun ada sumur yang airnya cukup banyak, pemakainya justru lebih banyak."

"Setali tiga uang, ketika musim hujan pun kelangkaan air bersih di kampung kami tetap terjadi. Walaupun ketersediaan air melimpah, air bersih masih susah didapat. Ketika hujan lebat, air dari Cipulus maupun dari sumur dadakan yang kami buat menjadi kotor dan keruh. Hal ini menyebabkan air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi sebagai air minum. Namun menjelang pagi dan hujan berhenti air sumur dan air Cipulus kembali jernih dan layak dikonsumsi."

"Sudah saatnya kita semua melestarikan air bersih khususnya untuk digunakan sebagai sumber air minum. Menanam pohon menjadi suatu keharusan, hemat air bersih harus jadi kebiasaan, dan menjaga kelestarian air bersih menjadi kewajiban. Generasi yang sehat bermula dari konsumsi air yang sehat. Untuk itu saya berharap semua warga dapat melestarikan air bersih demi kesehatan masyarakat."

Sekarang sumber air so dekat, tapi kok sumber air bersih so jauh? Semoga cerita ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk melestarikan air bersih dengan memanfaatkan sumber air bersih seperti air tanah dan air keran sebagai air minum. Amin

Baca Selengkapnya ....

Seminar Linux FSL ITB

Posted by Riky Lutfi Hamzah Saturday, December 22, 2012 2 comments
Sabtu siang ini saya mendapat kesempatan hadir dalam seminar bertemakan Linux For Education, Professional and Entrepreneurship di FSL Comlabs ITB. Seminar ini digagas dalam memasyarakatkan Linux serta mengoptimalkannya dalam segala bidang. Ada 3 pembicara pada seminar siang tadi yang memang concern di bidang Open Source.

seminar linux FSL ITB

Pembicara pertama adalah Bapak I Putu Agus Eka Pratama (yang lebih dikenal dengan Putu Shinoda), beliau menyajikan materi mengenai penerapan Linux dalam berbagai bidang termasuk pendidikan, dunia kerja maupun dunia bisnis. Berikut slide presentasi yang beliau sajikan pada seminar tadi.

Pembicara selanjutnya adalah Bapak Nana Suryana (Main Developer IGOS Nusantara), beliau memperkenalkan rilis terbaru dari IGOS Nusantara 8 (IGN 8) yang merupakan salahsatu distro yang dikembangkan oleh LIPI. Kemudian pembicara terakhir adalah Bapak Andi Hidayat (IT Consultant) yang lebih banyak sharing mengenai pengalamannya di dunia kerja serta ketertarikannya pada BSD.

Para peserta yang didominasi mahasiswa terlihat sangat antusias mengikuti seminar ini (termasuk saya). Semakin antusias ketika berbagai hadiah diberikan kepada peserta yang bertanya dan mampu menjawab pertanyaan dari pembicara. Saya pun mendapat oleh-oleh live CD IGN 8 Versi 32 bit saat sesi pertanyaan. Namun oleh-oleh lain yang lebih penting sih saya lebih banyak tahu mengenai Linux dan dunia Open Source. Mudah-mudahan lebih banyak orang mengenal Linux serta memakai dan mengoptimalkannya.

seminar linux FSL ITB
 Suasana seminar tadi siang

seminar linux FSL ITB
Dokumentasi di akhir acara

seminar linux FSL ITB
Oleh-oleh Live CD IGN 8

Baca Selengkapnya ....

Interview Windows U Crew ID

Posted by Riky Lutfi Hamzah Wednesday, December 19, 2012 5 comments
Dua minggu yang lalu saya mendapat informasi dari Facebook page Microsoft Indonesia mengenai program Windows U Crew ID. Windows U Crew ID adalah program magang untuk mahasiswa yang diselenggarakan oleh Microsoft Indonesia. Sebagai duta Microsoft, U Crew ID bertugas mensosialisasikan Windows 8. Program ini diselenggarakan di tiga kota besar yaitu Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Mahasiswa yang tergabung dengan U Crew ID nantinya akan dipersenjatai Windows 8 dan Windows Phone 8 dalam menjalankan aksinya sebagai Ambassador Windows 8.

Wah saya pun tertarik dan iseng-iseng submit form pendaftaran. Seminggu berlalu datanglah email notifikasi dari panitia U Crew ID bahwa saya lolos ke tahap interview. Berbagai kelengkapan pun saya siapkan menghadapi interview tersebut. Saya mendapat tempat interview di Max-Out Comm Office Bandung.

Jadwal interview saya di batch 1 (pukul 9-10 pagi), maka saya datang lebih awal. Namun saya harus menunggu kurang lebih 7 jam sampai akhirnya mendapat giliran interview pukul 4 sore. Mungkin keterlambatan ini disebabkan oleh banyaknya peserta dan waktu interview per peserta yang cukup lama.

Walaupun harus menunggu lama, namun saya mendapatkan banyak ilmu dan pelajaran hari ini. Mendapat pengalaman baru, teman baru, dan melatih kesabaran menunggu tentunya. Apapun hasil dari interview ini akan saya terima dengan legowo. Lolos alhamdulillah, tidak pun Alhamdulillah. Menjadi seorang U Crew ID akan sangat menyenangkan dan menantang, butuh kerja keras dan kerja cerdas.

Good Luck buat teman-teman yang lain :)


Baca Selengkapnya ....

Menjaga Pertahanan Negara

Posted by Riky Lutfi Hamzah Saturday, December 15, 2012 0 comments
Siang ini saya berkesempatan menghadiri kuliah tambahan mengenai “Pengaruh Globalisasi Terhadap Pertahanan Negara” di Auditorium Miracle UNIKOM. Guest Lecture yang hadir pada kuliah ini adalah salahsatu perwakilan dari Badan Intelijen Negara (BIN). Kuliah umum ini diikuti mahasiswa dari berbagai departemen seperti Teknik Informatika, Sistem Informasi, Akuntansi dan Hubungan Internasional.

Selain pembahasan tentang pertahanan Negara secara umum, pada diskusi ini dibahas pula mengenai tugas dan kewenangan BIN sebagai lembaga pertahanan Negara. Dijabarkan juga mengenai komponen-komponen pertahanan Negara, dan ternyata kita (masyarakat umum) adalah adalah salahsatu komponen pendukungnya. Kemudian ditekankan pula akan pentingnya menjaga kesatuan dan persatuan Negara dalam berbagai bidang seperti ekonomi, IPTEK, politik, sosial dan budaya.

Perkembangan teknologi dalam pertahanan Negara memiliki peran yang signifikan. Sebagai contohnya adalah meningkatkan security dalam mengamankan data-data penting yang mereka sebut rahasia intelijen. Contoh lain adalah ketika melakukan proteksi dan pencegahan dari ancaman luar seperti serangan cracker dan lain-lain.

Apa yang bisa kita lakukan sebagai komponen pendukung pertahanan Negara?

Tingkatkan kemampuan sesuai dengan bidang masing-masing, perluas wawasan, pengetahuan dan pengalaman serta berusaha menciptakan kesempurnaan dalam berbagai hal. Untuk selanjutnya, mampu mempertahankan kedaulatan Bangsa dan Negara Indonesia.


Baca Selengkapnya ....

Setu Babakan: It's The Real Jakarta

Posted by Riky Lutfi Hamzah Monday, December 3, 2012 2 comments
“Suatu hari, saat saya berlibur ke Jakarta”
Dari sudut sebuah gang, saya melihat dua orang laki-laki yang sepertinya sedang beradu argumen dan terlihat saling mencaci maki. Kemudian mereka saling mengeluarkan jurusnya masing-masing, sepertinya akan terjadi perkelahian. Saya pun kaget dan perlahan mendekat. Dengan langkah lambat, saya pun terus berjalan ke arah mereka. Saat kekhawatiran memuncak, sontak saya terkejut ketika mendapati banyak orang dengan pakaian rapi, membawa barang bawaan, sepasang ondel-ondel, serta sekumpulan pasukan tanjidor sedang melihat pertarungan tersebut. “Wah,ternyata ada acara pernikahan toh”.
Ya, pertarungan para jawara tersebut adalah tradisi palang pintu yang merupakan salahsatu budaya asli betawi saat pernikahan. Rombongan pengantin laki-laki diarak dengan iringan marawis menuju rumah pengantin wanita. Namun, sudah ada jawara kampung setempat yang menghadang dan memberikan rintangan. Jawara dari pihak pria harus mengalahkannya jika hendak masuk ke rumah pengantin wanita. Rintangan yang harus dihadapi adalah adu pantun, adu jurus dan adu ngaji (membaca Al-Quran). Tentu pertarungan tersebut bukan pertarungan sungguhan, para jawaranya pun sudah saling mengenal. Dan sudah pasti pemenangnya adalah jawara dari pengantin laki-laki. Kalau Jawara dari pengantin laki-laki kalah, nikahnya gak jadi dong :D

Nah, kita bisa menemukan tradisi tersebut di Perkampungan Budaya Betawi - Setu Babakan, yang berada di daerah Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Banyak alternatif jalur yang bisa kita lalui untuk menuju ke tempat ini, diantaranya melalui Jalan Moh Kahfi II (arah barat) dan Jalan Desa Putra (arah timur). Kawasan seluas kurang lebih 280 hektar ini meliputi pemukiman penduduk, Setu Babakan, Setu Mangga Bolong dan hutan kota yang dikelola secara terpadu. Saat kita memasuki wilayah ini, suasana Jakarta Tempoe Doeloe akan sangat terasa.

Nuansa budaya betawi di tempat ini begitu kental. Memasuki Perkampungan Budaya Betawi kita disambut dengan gapura bertuliskan “Pintu Masuk I Bang Pitung” yang selanjutnya kita akan dimanjakan dengan deretan rumah-rumah berarsitektur betawi. Di pusat kampung, terdapat sebuah panggung utama yang berfungsi sebagai tempat pentas seni musik, tari atau teater. Selain itu, banyak dijumpai aktivitas masyarakat seperti latihan pukul (beksi) dan ngederes (membaca Al-Quran). Sehingga budaya betawi asli sangat terlihat disini.

Selain itu, disini juga terdapat sebuah danau bernama Setu Babakan. Kita dapat merasakan suasana yang nyaman, angin semilir, udara yang segar dan jauh dari “hiruk pikuk”-nya Jakarta. Setu ini semula biasa digunakan warga sekitar untuk memancing, tapi sekarang Setu Babakan juga dijadikan sebagai tempat wisata. Tersedia perahu-perahu kecil dan alat-alat dayung bagi pengunjung untuk mengelilingi Setu. Namun disini pengunjung dilarang berenang, karena sudah banyak kejadian pengunjung yang tenggelam. Di sekeliling danau ditata jejeran bangku dan bale kayu untuk sekedar duduk menikmati keasrian danau dan sekitarnya. Kita juga bisa menikmati makanan khas Betawi seperti kerak telor, soto betawi hingga semur jengkol. Di tempat inilah, saya semakin merasakan enjoynya Jakarta.

Ancol, TMII, monas, taman menteng, kota tua atau ragunan mungkin tidak asing lagi di dengar, tak ragu lagi jika tempat-tempat tersebut menjadi destinasi favorite liburan di Jakarta. Namun jika Anda ingin merasakan Jakarta yang sesungguhnya, datanglah ke Setu Babakan karena It’s The Real Jakarta.



Enjoy Jakarta, WAKTUNYA LUPA WAKTU

Baca Selengkapnya ....

Thanksgiving Day

Posted by Riky Lutfi Hamzah Thursday, November 22, 2012 0 comments
Hari ini merupakan salahsatu hari besar bagi masyarakat di Amerika Utara (AS dan Kanada). Ya, hari ini adalah “Thanksgiving Day”. Thanksgiving Day diperingati sebagai rasa pengungkapan syukur di akhir musim panen. Hari ini diperingati setiap hari kamis di minggu ke empat bulan November. Namun di Kanada diperingati pada hari senin minggu kedua bulan oktober. Thanksgiving merupakan perayaan terbesar kedua di Amerika setelah Natal dan dijadikan hari libur nasional.

Pada saat thanksgiving, masyarakat Amerika akan berkumpul bersama keluarga, kerabat dan teman untuk mengucap syukur dan makan-makan dengan hidangan khasnya, kalkun. Orang-orang berbondong-bondong pulang ke kampung halamannya saat thanksgiving. Hal ini mirip dengan hari lebaran di Indonesia dimana orang ramai-ramai mudik. Sehingga transportasi darat maupun udara sangat sibuk menjelang dan sesudah thanksgiving.

Mencermati hal tersebut, kita yang tidak memperingati thanksgiving juga semestinya mengucapkan syukur pula kepada kepada Tuhan atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Thanksgiving hanyalah sebuah perayaan, namun rasa syukur seharusnya dipanjatkan setiap waktu. Sehingga akan lebih baik bagi kita jika menjadikan setiap hari sebagai hari thanksgiving.

“Happy Thanksgiving”


Baca Selengkapnya ....

Tahun Baru 1434 Hijriah

Posted by Riky Lutfi Hamzah Thursday, November 15, 2012 0 comments
Tahun baru hijriah seringkali tidak dirayakan besar-besaran seperti halnya tahun baru masehi. Namun bagi umat islam, tahun baru hijriah merupakan satu dari sekian banyak hari besar dalam Islam. Ironisnya, tidak semua umat islam menyambutnya dengan kegembiraan bahkan sebagian tidak ingat dengan datangnya tahun baru hijriah. Semestinya tahun baru ini dijadikan titik balik kebangkitan dalam menumbuhkan semangat menghadapi berbagai hal.
  • Semangat membenahi diri dari kesalahan
  • Semangat menjadikan diri semakin hebat
  • Semangat membuat perubahan ke arah yang lebih baik
  • Semangat untuk lebih kuat menghadapi segala rintangan
  • Semangat mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki
  • Semangat menjaga konsistensi sifat semangat
Semoga di awal tahun ini, segala pencapaian yang diharapkan dapat terealisasi dan semoga dapat tetap bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Amin.

"Hands up and touch the sky"


Baca Selengkapnya ....

Hari Pahlawan?

Posted by Riky Lutfi Hamzah Saturday, November 10, 2012 0 comments
Setiap 10 November (di Indonesia) diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional. Namun tidak semeriah hari besar lain seperti hari kemerdekaan, peringatan tahun baru atau hari raya. Bahkan hari ini juga bukan tanggal merah layaknya peringatan-peringatan di atas. Atau memang banyak yang tidak tahu atau tidak peduli? (Mungkin juga kali yah).

Sebenarnya pahlawan yang mana yang harus kita kenang? Hanya Bung Tomo yang melakukan pertempuran di tanggal 10 November? Pejuang yang melawan kolonial, founding father, pahlawan revolusi, pahlawan tanpa tanda jasa (diperingati juga sebagai Hari Guru) atau semuanya yang telah berjasa terhadap negeri ini? Bahkan pahlawan yang memperjuangkan hak asasi manusia seperti Munir?

Momen inilah yang harus kita jadikan sebagai bahan renungan dan motivasi diri. Bagaimana cara kita memperingatinya? Minimal dengan mengingat jasa-jasa dan meneladani sifat positif mereka, siapa pun “pahlawan”-nya. Terlebih sampai mendoakan mereka  dengan sekedar “Al-Fatihah”. Hingga mendoakan selalu terhadap kedua orang tua sebagai pahlawan terbesar yang kita punya.

Sekarang tinggal kita yang membuktikan dedikasi pada bangsa ini, saatnya kita yang jadi pahlawan (berubah) :D Pertanyaan saya, merasa nggak yah mereka dulu (pahlawan/pejuang) akan menjadi seseorang yang dikenang?

Baca Selengkapnya ....

Mencetak "Pahlawan" Berkualitas

Posted by Riky Lutfi Hamzah Sunday, November 4, 2012 1 comments

Perguruan Tinggi sebagai pencetak pendidik yang berkualitas

Setiap harapan kini hanya menjadi ratapan, tetapi perihal pendidikan di Indonesia tidak jelas apa yang sesungguhnya sedang diratapi. Tentang pendidikan bertarif Internasional? Tentang mutu pendidikan yang semakin tenggelam? Tentang fasilitas yang memprihatinkan? Jika dilontarkan dengan nada pesimis maka jawabannya adalah semua.

Pendidikan merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap orang. Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia akan pendidikan semakin bertambah. Setiap individu senantiasa diwajibkan untuk selalu mengasah pengetahuan yang mereka miliki untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Secara garis besar, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

Sudah lebih dari 67 tahun Indonesia merdeka, namun jika melihat potret pendidikan sekarang sepertinya Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Ketertinggalan dalam mutu pendidikan adalah salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia. Infrastruktur bangunan sekolah yang tidak memadai, sarana belajar yang minim, mahalnya biaya pendidikan serta permasalahan tenaga pendidik menjadi masalah utama pendidikan di indonesia saat ini.

Permasalahan lain yang terjadi yaitu proses pembelajaran yang masih menggunakan proses pembelajaran konvensional seperti berorientasi pada guru (teacher center), kegiatan pembelajaran terjadi pada tempat dan waktu tertentu serta siswa sebagai objek pembelajaran sehingga siswa seperti benda mati yang dapat dibentuk menjadi apa saja oleh gurunya. Tentunya bukan suatu hal yang mudah mengubah paradigma ini dalam waktu yang singkat, dibutuhkan solusi permasalahan dalam jangka waktu yang relatif lama. Namun bukan waktunya kita menunggu hal tersebut terjadi begitu saja, perlu ada tindakan untuk menjadikan pendidikan di Indonesia menjadi pendidikan yang berkualitas.

Pendidik merupakan salahsatu aktor penting dalam tercapainya tujuan pendidikan. Dalam konteks ini, pendidik erat kaitannya dengan seorang guru. Pendidik atau guru mentransfer ilmu yang dia miliki kepada seluruh anak didiknya dalam sebuah proses kegiatan belajar mengajar. Materi yang diajarkan mengacu pada sebuah kurikulum sesuai dengan tingkatannya masing-masing. Oleh sebab itu, Indonesia membutuhkan guru-guru yang berkualitas serta memenuhi semua persyaratan sebagai seorang pendidik, agar apa yang diajarkan merupakan sesuatu yang berkualitas pula sehingga tujuan pendidikan akan tercapai. Kemudian bagaimana kualitas tenaga pendidik dapat dicapai?

Salahsatu yang dapat melahirkan tenaga pendidik yang layak, berkualitas dan memenuhi kualifikasi adalah perguruan tinggi, tentunya perguruan tinggi yang berkualitas pula. Perguruan tinggi berkualitas disini diluar konteks perguruan tinggi yang menyedot dana yang besar dari sang calon mahasiswa atau memiliki pamor yang cukup terkenal melainkan kualitas pendidikan didalamnya. Walaupun memang tersedianya berbagai fasilitas karena adanya dana yang memadai merupakan salahsatu faktor pendukung kualitas pendidikan.

Perguruan tinggi berkualitas yang mencetak para tenaga pendidik diharapkan mampu memberikan kontribusi besar bagi perubahan pendidikan di Indonesia. Tentunya harapan akhir agar Indonesia mengalami kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan demi terwujudnya cita-cita bangsa. Kesejahteraan rakyat, persatuan dan kesatuan bangsa, peningkatan kualitas hidup masyarakat adalah beberapa dari sekian banyak hal yang selama ini menjadi harapan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, inilah saatnya perguruan tinggi membuktikan kerja dan kinerja bagi bangsa Indonesia.





Baca Selengkapnya ....